Wednesday, April 11, 2012

Gaya Kepemimpinan Presiden B.J. Habibie


Menjadi presiden bukan karena keinginannya. Hanya karena kondisi sehingga ia jadi presiden. Orang yang cerdas tapi terlalu lugu dalam politik. Karena ingin terlihat bagus, ia membuat blunder dalam masalah timor timur.
Sebenarnya gaya kepemimpinan Presiden Habibie adalah gaya
kepemimpinan Dedikatif-Fasilitatif, merupakan sendi dan Kepemimpinan Demokratik. Pada masa pemerintahan B.J Habibie ini, kebebasan pers dibuka lebar-lebar sehingga melahirkan demokratisasi yang lebih besar. Pada saat itu pula peraturan-peraturan perundang-undangan  banyak dibuat. Pertumbuhan ekonomi cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya
Habiebi sangat terbuka dalam berbicara tetapi tidak pandai dalam mendengar, akrab dalam bergaul, tetapi tidak jarang eksplosif. Sangat detailis, suka uji coba tapi tetapi kurang tekun dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dalam penyelengaraan Negara Habibie pada dasarnya seorang liberal karena kehidupan dan pendidikan yang lama di dunia barat.
Gaya komunikasinya penuh spontanitas, meletup-letup, cepat bereaksi, tanpa mau memikirkan risikonya. Tatkala Habibie dalam situasi penuh emosional, ia cenderung bertindak atau mengambil keputusan secara cepat. Seolah ia kehilangan kesabaran untuk menurunkan amarahnya. Bertindak cepat, rupanya, salah satu solusi untuk menurunkan tensinya. Karakteristik ini diilustrasikan dengan kisah lepasnya Timor Timur dari Indonesia. Habibie digambarkan sebagai pribadi yang terbuka, namun terkesan mau menang sendiri dalam berwacana dan alergi terhadap kritik
Pendapat :
B.J. Habibie adalah tipe pemimpin yang tidak mau kalah, jika ditantang Beliau tidak akan tinggal diam dan akan mengambil tantangan tersebut. Karena Beliau besar dan mengambil pendidikan di barat maka sikapnya lebih terlihat blak-blakan tidak suka berbasa-basi.
Sebenarnya B.J. Habibie adalah presiden yang cerdas, memberikan kesempatan bagi rakyatnya untuk menyuarakan pendapatnya, namun karena sikapnya yang terlalu eksplosif dan terlalu mudah memancing emosinya maka banyak orang yang mencibir Beliau.
Tapi disisi lain B.J. Habibie adalah seorang yang sabar, mengapa? Karena Beliau adalah seorang yang ketabahan dalam menghadapi rentetan hujatan dari segelintir intelektual dan pelaku negeri ini.

credit : http://lasyithaanindiya.blogspot.com/

No comments: